Mengenal Sistem Rem Knalpot Yang Ada Pada Bus dan Truk

Truk dan bus merupakan kendaraan yang memikul beban berat. Oleh karena itu, bus dan truk tidak hanya mengandalkan rem cakram atau tromol untuk mengurangi laju kendaraan.

Bus dan Truk memiliki satu rem utama atau biasa disebut dengan service brake. Kemudian, ada juga yang disebut rem knalpot atau retarder sebagai sistem pembantu. Rem utama biasanya memakai model full air brake maupun semi air brake.

Rem utama di bus dan truk hanya digunakan pada saat kecepatan rendah dan ingin berhenti. Jika sering menggunakannya, cadangan udara di tangki udara bisa berkurang, kondisi ini yang jadi penyebab rem blong.

Bicara soal sistem rem knalpot alias exhaust brake, memang hanya ada pada kendaraan berat seperti bus dan truk. letak remnya berada dekat pipa gas buang dari mesin.

“Cara mengaktifkan exhaust brake yaitu dengan menggerakkan tuas on dan off. Setelah on, exhaust brake akan berfungsi saat pedal gas dilepas dan tidak berfungsi saat pedal rem diinjak”.

Pada bus dan truk merek eropa, exhaust brake juga bisa dioperasikan dengan menggunakan pedal rem, namun perlu diingat untuk mengaktifkannya terlebih dahulu.

Cara kerja dari exhaust brake yaitu adanya katup pada pipa gas buang dari mesin. Ketika exhaust brake diaktifkan, katup akan menutup sehingga gas buang akan tertahan. gas buang yang tertahan akan membuat putaran piston mesin melambat.

Ketika katub exhaust brake dibuka, akan mengeluarkan suara seperti spok-spok. Suara tersebut berasal dari tekanan angin knalpot yang keluar saat katup terbuka.

Fungsi dari exhaust brake hanya untuk mengurangi laju kendaraan, tidak sampai berhenti. Lalu exhaust brake juga berfungsi pada putaran mesin tertentu, biasanya saat putaran mesin masih di area hijau sesuai takometer.

Jadi exhaust brake bisa dipakai saat jalanmenurun dan membantu meringankan kerja rem utama. Jika rem pembantu digunakan dengan maksimal, rem utama jadi tidak terlalu panas dan tetap bekerja dengan maksimal saat digunakan.

Sumber : Kompas.com

Write a comment